daridesa: Optimalisasi Potensi Desa dalam Menjaga Lingkungan dan Mengembangkan Usaha Alternatif melalui Produksi Sabun Natural

Masyarakat desa cenderung bersifat konsumtif dan instant, seperti dalam penggunaan sabun mandi untuk menjaga kebersihan kulit. Sabun mandi biasanya dibeli di warung-warung kelontong yang ada di dalam desa atau ketika pergi ke kota. Padahal desa memiliki potensi untuk membuat sendiri sabun mandi sebagai kebutuhan harian. Potensi desa yang ada belum dimanfaatkan secara optimal, di antaranya sampah kelapa bekas upacara serta aneka tanaman yang berfungsi untuk kesehatan dan kebersihan kulit.

Program “daridesa” didukung oleh PUPUK (Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil) disusun menggunakan strategi intervensi pengembangan usaha pembuatan sabun natural secara partisipatif. Strategi tersebut dipilih karena pembuatan usaha secara partisipatif merupakan satu cara untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan dalam mengelola potensi desa berbasis masyarakat dan lingkungan. Desa memiliki kekayaan sumber daya berupa limbah (kelapa dan kertas) serta aneka jenis tanaman (kopi, cengkeh, lidah buaya, beras, kenanga, bambu, nilam, mint, telang, sere, dan aneka jenis buah) yang belum dikelola secara optimal.

Intervensi dilakukan dengan harapan akan menghasilkan perubahan positif pada desa sasaran sebagai berikut:

  1. Manfaat perubahan
    • Membuka peluang usaha sebagai pendapatan alternatif
    • Mengoptimalkan potensi desa
    • Peluang pengembangan usaha desa dan manajemen kerja sama usaha
    • Adanya pengetahuan dan kemauan menggunakan produk sabun natural
  2. Tipe perubahan
    • Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan tentang sabun natural
    • Nilai tambah untuk potensi desa, terutama limbah kelapa dan kertas serta aneka jenis tanaman
    • Peluang pengembangan bisnis desa dan manajemen/kerja sama usaha
    • Penyebarluasan informasi produk sabun natural

Kelompok sasaran utama proyek adalah perempuan dan generasi muda yang tinggal di empat desa di Bali, yaitu:

  • Desa Nyambu, Kabupaten Tabanan
  • Desa Banyuseri, Kabupaten Buleleng
  • Desa Bongancina, Kabupaten Buleleng
  • Banjar Pengubengan Kauh, Desa Kerobokan, Kabupaten Badung

Durasi program: Juli 2018 – Juni 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published.