Menjelajah Potensi Desa

Menjelajah Potensi Desa

Sejak dipilihnya Yayasan Wisnu sebagai lembaga payung (host) di Nusa Penida pada bulan April 2018 oleh Global Environment Facility for Small Grants Programme (GEF-SGP), Yayasan Wisnu mulai melakukan assessment di wilayah – wilayah yang telah ditentukan, yaitu:

  • Banjar Semaya – Desa Suana
  • Banjar Tanglad – Desa Tanglad
  • Banjar Dinas Batukandik 2 – Desa Batukandik
  • Banjar Mawan – Desa Batumadeg

Ke-4 desa tersebut menjadi pioneer dalam pelaksanaan program – program ekologis di Nusa Penida. Dengan mengangkat tema: Peningkatan Ketahanan Sosial Budaya – Ekologis Masyarakat dalam Menghadapi Desakan Globalisasi di Pulau Kecil, kegiatan dimulai dengan pemetaan wilayah di masing – masing banjar bersama – sama dengan Yayasan PPLH Bali untuk mengetahui potensi wilayahnya. Bersama anak – anak muda ke-4 banjar mulai menggali cerita atau potensi yang ada di desanya, termasuk mengukur batas – batas desanya yang didampingi oleh para tokoh desa setempat. Anak muda dipilih untuk memberikan wawasan dan menjajaki potensi yang dimiliki desanya. Sehingga mereka memiliki pemahaman dan semangat untuk membangun desanya di masa mendatang.

Beberapa hasil pemetaan dan potensi desa telah dibuatkan dalam sebuah buku, berikut adalah tautan hasil pemetaan yang dilakukan oleh pemuda – pemudi desa:

Permasalahan yang dihadapi saat program mulai dejalankan adalah derasnya kunjungan wisatawan ke Nusa Penida, sehingga membuat sebagian besar anak muda di masing – masing desa bekerja di sector pariwisata di wilayah – wilayah yang ramai aktifitas wisatawannya di Nusa Penida. Berdasarkan data yang kita peroleh paling tidak terdapat 3.000 wisatawan per hari saat musim wisatawan dan 300 wisatawan per hari saat musim kurang wisatawan. Banyak pula diantara mereka yang melanjutkan sekolahnya ke Denpasar, sehingga membuat suasana kampung sepi oleh anak muda.

Respon anak muda setelah mengikuti kegiatan pemetaan rata – rata mengatakan baru kali ini mereka menelusuri desanya dan menggali cerita yang ada di desanya. Bahkan orang tua pun banyak yang tidak mengetahui sejarah dan batas desanya, dengan adanya kegiatan ini diharapkan menjadi acuan pembelajaran bagi masyarakat di masing – masing desa akan potensi yang mereka miliki.

Leave a Reply

Your email address will not be published.